Bersegera dalam Beramal Saleh Menurut Al-Quran: Inspirasi Ramadhan Qur’ani (29) untuk Meningkatkan Amal Saleh Anda

Dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih taqwa, beramal saleh menurut Al-Quran adalah langkah penting yang harus kita ambil. Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 148 menginformasikan bahwa setiap umat memiliki jalannya sendiri untuk mencapai kebaikan dan bahwa kita harus berlomba-lomba dalam melakukan amal saleh. Allah berfirman, “Setiap umat memiliki kiblat yang harus dicetakannya. Karena itu, berlombalah dalam kebaikan. Di mana pun kamu berada, Allah pasti akan mengumpulkan kamu semua pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Fastabiqul Khairat dalam Pandangan An-Nawawi
An-Nawawi dalam bukunya, Riyadhush Shalihin, merespon ayat tersebut dengan menciptakan sebuah bab khusus. Bab ini berjudul ‘Babul mubaadarah ilal khairaat wa hatstsu man tawajjaha likhairin ‘alal iqbaali ‘alaihi bil jiddi min ghairi taraddud’ yang berarti Bab tentang kecepatan dalam melakukan kebaikan, serta dorongan bagi orang yang ingin berbuat baik untuk melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa rasa ragu.
Poin Penting dari Ayat Fastabiqul Khairat
Menurut An-Nawawi, ayat ini memberikan beberapa pesan penting yang harus kita pahami dan terapkan dalam hidup kita.
Pertama: Kecepatan dalam Melakukan Kebaikan
Ayat ini menegaskan pentingnya segera melakukan kebaikan dan tidak menunda-nunda. Kematian bisa datang kapan saja tanpa peringatan, dan kesempatan untuk berbuat baik tidak selalu ada setiap saat. Oleh karena itu, ketika ada kesempatan untuk berbuat baik, kita harus meraihnya segera. Istilah ‘bersegeralah’ sering digunakan dalam Al-Quran, seperti fastabiquu atau wa saari’uu, yang berarti segera bertindak dan jangan tunda untuk berbuat baik atau meminta ampun kepada Allah. Hadist Rasulullah juga menggunakan istilah baadiruu yang memiliki arti yang sama.
Kedua: Mendorong dan Membantu Satu Sama Lain dalam Berbuat Baik
An-Nawawi menyebutkan ‘wa hatstsu man tawajjaha likhairin ‘alal iqbaal ‘alaihi’ yang berarti mendorong orang lain yang ingin berbuat baik untuk melakukannya. Ini menunjukkan bahwa kita harus menciptakan lingkungan yang positif dan memotivasi satu sama lain untuk berbuat baik. Lingkungan yang baik dan positif sangat penting untuk mencapai taubat dan melakukan amal saleh.
Ketiga: Keseriusan dalam Melakukan Kebaikan
Untuk meraih kebaikan, kita harus melakukannya dengan serius dan tanpa ragu. An-Nawawi menggunakan ungkapan ‘bil jiddi min ghairi taraddud’ untuk menunjukkan bahwa kebaikan tidak bisa diraih dengan setengah hati. Rasulullah bersabda, “Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah, di mana saat fitnah itu datang, seseorang tak akan dapat berbuat baik. Karena bisa jadi pada pagi hari seseorang masih beriman, tetapi sore harinya tiba-tiba menjadi kafir. Atau sebaliknya, pada sore harinya ia masih beriman tetapi pagi harinya mendadak menjadi kafir. Agama pada hari itu benar-benar tidak bernilai, mereka menjual agama hanya demi kepentingan dunia yang sedikit.” (HR. Muslim).
Contoh Kecepatan dalam Beramal Saleh
Contoh kecepatan dalam beramal saleh bisa kita lihat dalam kisah Rasulullah dan para sahabatnya. Misalnya, ketika Rasulullah melihat sebutir emas di kamarnya dan segera membagikannya kepada yang berhak. Atau ketika seorang sahabat bertanya tentang apa yang akan diperoleh jika ia terbunuh dalam peperangan, dan setelah mendengar jawaban Rasulullah bahwa ia akan mendapatkan surga, ia segera melangkah ke medan perang tanpa ragu dan berperang hingga akhirnya terbunuh. (HR. Bukhari dan Muslim).
Para Cendekiawan Salafussalih dan Kecepatan dalam Beramal Saleh
Para cendekiawan salafussalih juga menekankan pentingnya bersegera dalam beramal saleh. Misalnya, Sa’id bin Musayyib yang selalu berada di masjid sebelum adzan untuk shalat dikumandangkan, dan selama 50 tahun menjalankan shalat shubuh dengan wudhu dari shalat isya.
Sebagai umat muslim, kita harus selalu berusaha untuk beramal saleh menurut Al-Quran dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan inspirasi kita dalam meningkatkan amal saleh kita, khususnya di bulan Ramadhan ini.