Pemko Medan Raih Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026 Melalui Inovasi Creative Finance

Pemerintah Kota Medan baru-baru ini diumumkan sebagai salah satu nominasi untuk penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di tahun 2026. Nominasi ini diberikan kepada Pemko Medan sebagai pemerintah daerah yang menunjukkan prestasi luar biasa di bidang Entrepreneur Government melalui penerapan inovasi dalam pembiayaan kreatif. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh banyak daerah, pencapaian ini menjadi sorotan penting dalam upaya meningkatkan kemandirian keuangan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Strategi Inovasi Pembiayaan Daerah
Pada tanggal 14 April 2026, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mempresentasikan berbagai strategi dan inovasi yang diterapkan dalam pembiayaan daerah dalam sebuah rapat penilaian yang dilakukan secara virtual dari Rumah Dinas Wali Kota. Presentasi ini tidak hanya menunjukkan komitmen Pemko Medan dalam mengelola keuangan daerah secara efektif, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan terobosan-terobosan yang telah dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan daerah.
Digitalisasi Pajak Daerah
Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Pemko Medan adalah digitalisasi sistem pajak daerah. Kini, Pemko Medan telah meluncurkan aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office, yang memungkinkan warga untuk melakukan pendaftaran, pelaporan, dan pembayaran pajak secara langsung dan real-time. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur pengaduan yang memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan keluhan melalui aplikasi Lapor Bapenda.
- Smart Tax Mobile untuk pendaftaran dan pelaporan pajak.
- Smart Tax Office untuk pembayaran pajak secara real-time.
- Aplikasi Lapor Bapenda untuk pengaduan masyarakat.
- Pojok PBB dan Samsat Keliling untuk layanan langsung.
- Layanan drive thru untuk kemudahan akses.
Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan bahwa pendekatan digital ini tidak hanya membuat proses lebih efisien, tetapi juga meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pajak daerah. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan pajak dan memberikan masukan langsung,” ujarnya.
Pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Dari segi pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemko Medan memiliki tiga BUMD yang berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi daerah. BUMD tersebut meliputi PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan, yang tidak hanya berperan dalam meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sektor Kesehatan
Pemko Medan juga menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh puskesmas yang ada. Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. “Dengan kebijakan ini, puskesmas memiliki ruang untuk berinovasi dan meningkatkan kemandirian dalam pelayanan,” tambahnya.
Investasi yang Meningkat Signifikan
Pencapaian Pemko Medan dalam menarik investasi juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp7,6 triliun untuk tahun 2025, realisasi investasi yang tercatat mencapai Rp14,5 triliun. Ini adalah indikasi nyata dari kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Medan.
Optimalisasi Pemanfaatan Aset Daerah
Selain itu, Pemko Medan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui sistem digital. Kerja sama dengan pihak ketiga juga diperkuat untuk meningkatkan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang kini telah diintegrasikan secara digital untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat.
Inovasi dalam Pelayanan Publik
Dari sisi pelayanan publik, Pemko Medan terus berinovasi dengan mengembangkan berbagai aplikasi untuk mendukung layanan perizinan, administrasi kependudukan, dan pengaduan masyarakat. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik dan ditingkatkan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan.
Respons Positif dari Tim Penilai
Paparan yang disampaikan oleh Wali Kota Medan mendapatkan respons positif dari tim penilai. Mereka menilai inovasi yang telah diterapkan oleh Pemko Medan sebagai contoh baik dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Tim penilai juga menggali lebih dalam tentang berbagai terobosan yang telah dilakukan untuk memahami dampak nyata dari langkah-langkah tersebut.
Indikator Penilaian Penghargaan Kemendagri 2026
Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, mengungkapkan bahwa penilaian ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih inovatif, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal yang ada. “Kota Medan menjadi salah satu nominasi untuk wilayah Sumatera. Penilaian ini berdasarkan tujuh indikator utama,” ujarnya.
- Inovasi dalam pajak daerah.
- Pengelolaan BUMD yang efektif.
- Program CSR yang terarah.
- Pemanfaatan aset daerah secara optimal.
- Laporan keuangan daerah yang transparan.
Inovasi dan usaha yang dilakukan oleh Pemko Medan dalam meningkatkan kemandirian keuangan serta pelayanan publik patut dicontoh. Melalui berbagai kebijakan yang progresif, Pemko Medan berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya, serta berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

