Liga 4 Sumut: Binjai City Raih Juara Tiga dalam Pesta Gol yang Mendebarkan

Liga 4 Sumatera Utara baru-baru ini menjadi sorotan dengan laga yang didominasi oleh Binjai City Sport Club, yang berhasil meraih posisi ketiga dalam turnamen ini. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mini Pancing, Medan Estate Deliserdang pada Kamis sore (16/4/2026) itu berubah menjadi pesta gol yang mendebarkan, di mana Binjai City menunjukkan performa luar biasa dengan mengalahkan Batubara United dengan skor telak 8-1. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang perjalanan Binjai City dan momen-momen penting yang terjadi selama pertandingan.
Dominasi Binjai City di Laga Perebutan Tempat Ketiga
Sejak peluit awal dibunyikan, Binjai City langsung menunjukkan taringnya. Aldino membuka skor pada menit ke-16, diikuti oleh gol kedua yang dicetak oleh Dinan Syahbani pada menit ke-40. Tim Batubara United menghadapi kesulitan setelah Alaska Yuda menerima kartu kuning kedua, memaksa mereka bermain dengan sepuluh pemain. Keadaan ini semakin memperburuk peluang Batubara untuk bangkit dalam pertandingan.
Memasuki babak kedua, Binjai City semakin tak terbendung. Dimas Sumantri menambah keunggulan dengan golnya pada menit ke-58, dilanjutkan dengan rangkaian gol dari Fachri Andika (72’, 90’), Hibul Situmorang (74’, 76’), dan Abdul Maulidan (83’). Setiap serangan dari Binjai City seakan tidak terhentikan, membuat skor melambung jauh.
Gol Penghibur dari Batubara United
Walaupun Batubara United sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti yang dieksekusi oleh Risdo Amin Saragih pada menit ke-71, gol tersebut tidak mampu menghentikan laju serangan dari Binjai City. Tim yang dipimpin oleh pelatih Amran itu tampil sangat solid dan kompak, memperlihatkan kualitas permainan yang sangat baik.
Kepuasan Pelatih Binjai City
Setelah pertandingan, pelatih Binjai City, Amran, menyatakan kepuasannya terhadap penampilan timnya. Ia mengakui bahwa timnya sempat mengalami kegagalan di semifinal, tetapi hari ini mereka berhasil menunjukkan kualitas yang sebenarnya. “Memang kemarin kami lengah di semifinal menghadapi Paya Bakung dan tidak bisa memanfaatkan peluang. Tapi hari ini anak-anak menunjukkan kualitasnya. Secara teknis tidak ada masalah,” tuturnya.
Amran juga menekankan bahwa meskipun berhasil meraih posisi ketiga, target mereka masih terbuka untuk mencapai level yang lebih tinggi. “Target awal kami sebenarnya juara atau minimal lolos ke tingkat nasional. Sekarang kami tinggal menunggu peluang itu, masih ada apa tidak, tergantung Asprov (PSSI Sumut),” tambahnya. Ini menunjukkan ambisi yang kuat dari tim untuk terus berprestasi di masa depan.
Persiapan Singkat dan Kerja Keras Tim
Pelatih Amran juga mengapresiasi kerja keras timnya, yang dibangun dalam waktu yang relatif singkat. “Persiapan kami hanya sekitar sebulan, bahkan sempat satu minggu puasa seleksi. Tapi hasil ini cukup memuaskan,” katanya. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, sebuah tim bisa mencapai hasil yang luar biasa meskipun dengan persiapan yang terbatas.
Apresiasi dari Pelatih Batubara United
Sementara itu, pelatih Batubara United, Agung Pramana, tetap memberikan pujian kepada para pemainnya meskipun harus menerima kekalahan telak. “Alhamdulillah, ini sudah sejauh yang bisa kami capai. Kami bukan tim unggulan, tapi pemain sudah bekerja keras. Saya apresiasi mereka dan juga manajemen,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Agung mengakui keunggulan tim lawan yang sangat mendominasi pertandingan. “Kita akui hari ini Binjai mainnya sangat bagus,” lanjutnya. Di tengah kekalahan, ia tetap optimis dan melihat sisi positif dari pencapaian timnya.
Kondisi Tidak Ideal di Tim Batubara
Agung menjelaskan bahwa kondisi timnya tidak ideal menjelang pertandingan. “Banyak pemain cedera dan akumulasi. Bahkan ada yang tidak hadir dan beberapa sedang ujian nasional, jadi kami harus melakukan rotasi,” jelasnya. Ini adalah tantangan besar bagi tim yang berusaha untuk tampil maksimal di setiap pertandingan.
Refleksi atas Pencapaian di Liga 4 Sumut
Walaupun Batubara United gagal meraih posisi ketiga, mereka tetap bersyukur atas pencapaian yang telah diraih hingga semifinal. “Target awal sebenarnya ke final, tapi kami bisa sampai semifinal sudah patut disyukuri,” ungkapnya. Ini menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan.
Laga final Liga 4 Sumut mendatang akan mempertemukan Paya Bakung United melawan PS Kwarta di Stadion Mini Pancing pada hari Jumat (17/4/2026) sore. Pertandingan ini diharapkan akan menjadi laga yang tak kalah seru dan menjadi penutup yang megah untuk Liga 4 Sumut tahun ini.
Prospek Ke Depan untuk Liga 4 Sumut
Dengan kompetisi yang semakin ketat di Liga 4 Sumut, setiap tim harus mempersiapkan diri lebih baik untuk menghadapi tantangan di depan. Bagi Binjai City, keberhasilan meraih posisi ketiga ini adalah langkah awal yang positif menuju tujuan yang lebih besar. Sementara bagi Batubara United, pengalaman dari pertandingan ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan performa di masa mendatang.
- Keberanian dan semangat juang yang tinggi dari kedua tim.
- Persiapan yang baik meskipun dalam waktu singkat.
- Performa luar biasa dari Binjai City dalam laga penentuan.
- Penghargaan yang layak untuk usaha dan kerja keras Batubara United.
- Harapan untuk kompetisi yang lebih baik di Liga 4 Sumut selanjutnya.
Dengan demikian, Liga 4 Sumut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan dan membangun karakter para pemain. Liga ini memberikan pengalaman berharga bagi semua tim yang berpartisipasi, serta harapan untuk masa depan yang lebih cerah dalam persepakbolaan di Sumatera Utara.

